Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
Blog EntryJan 9, '08 12:50 AM
for everyone
Sarigig kudu jeung harti

Sarengkak reujeung pikiran

Memeh prak sing ati-ati

Mun sidik goreng singkiran












Misteri 10 jurus "Gerak Ajaib"

1. Jurus Keupeul
2. Jurus Teundeut
3. Jurus Dua Jeblag
4. Jurus Dua Teundeut
5. Jurus Empat Potong
6. Jurus Potong
7. Jurus Gileus
8. Jurus Colok
9. Jurus Liliwatan
10. Jurus Seuseup


Pada Tahun 1987 saat booming Tenaga Dalam akibat expose Tabloid Bola bermunculanlah Perguruan-perguruan Tenaga Dalam yang berbasiskan 10 Jurus sebagai Gerak Pengolah dan Pembangkit Tenaga Dalam. Dan pada kenyataan di lapangan membuktikan, betapa hebatnya tatkala diaplikasikan terutama kepada hal2 yang sifatnya "penyembuhan" dan bahkan "kesaktian" tersebutlah diantara nama2 perguruan semisal Prana Sakti, Satria Nusantara, Kalimasada, dll sebagai penggebrak awal yang diexpose oleh media massa saat itu..
walaupun sebelum hal itu, telah terkenal dalam dunia persilatan Indonesia, nama-nama semisal Perguruan Budi Suci, Perguruan Nampon, dll.. Fenomena 10 Jurus ini kemudian menjadi bahan pertanyaan tersendiri..dari manakah asalnya... dan siapakah yang menciptakannya pertama kalinya..

Awal daku mengenal Margaluyu

Kampus UIKA , Kedung Badak , Bogor 1985.

saat itu di kampus ada seorang Satpam yang ramah dan akrab dengan kami selaku mahasiswa bermula dari ngobrol tentang hal2 mistik, akhirnya dia menceritakan tentang Margaluyu.. karena kami tertarik.. jadilah aku dan beberapa orang temanku kemudian dilatih jurus Margaluyu oleh beliau.. kami latihan setiap malam hari setelah kampus usai perkuliahan lama latihan kurang lebih satu jam saja.. dan memang terasa agak aneh jurusnya, dan pokoknya rasa aneh dan bedjika kita bandingkan dengan belajar silat pada umumnya nah, saat itu, pelatih kami malah sibuk menerangkan Margaluyu dari aspek kesaktiannya saja sehingga kami bingung, tentang aplikasi jurus dan maksud jurus.. demikianlah, sehingga kami latihan dengan mulai teman2 ku hilang satu persatu tinggallah aku dan dua orang temanku saja yang rutin latihan.. demikian karena hanya kami bertiga yang latihan,
terlihat olehku bahwa bpak Satpam jadi kecewa dan tidak semangat sehingga kami pun kemudian jadi tidak enak hati beliau hanya berpesan supaya kami tidak lagi latihan di kampus, namun disuruh bergabung di tempat latihan di rumah gurunya beliau
lama-lama.... latihan berhenti dan lenyap begitu saja .

 

Demikianlah setelah itu waktu berlalu, dan aku kemudian mengikuti pelatihan pada
Perguruan Al Barokah, Satria Nusantara, dan pada beberapa perguruan tertentu yang
aku lupa namanya baik yang di Pesantren maupun di Lampung
yang kesemuanya itu diajarkan tentang 10 jurus..

nah, saat itulah aku banyak mendengar ceritera-ceritera tentang kehebatan jurus tertinggi dari para senior dan dari para Guru Besarnya
yakni Jurus Payung Rasul..
bagaimana setelah itu , aku bersama Bpk Eka (saat itu mengambil pascasarjana di IPB)
kemudian kami berkeliling mencari guru-guru pemegang Jurus Payung Rasul
yang berdomisil di Bogor dan sekitarnya..

bagaimana kemudian akhirnya aku dikenalkan oleh Bpk Eka,
kepada Pemegang Payung Rasul di Lampung ( yakni dari dua aliran berbeda )
sehingga akhirnya aku tahu bahwa, ternyata bentuk Jurus Payung itu berbeda..
ada yang bentuknya agak unik seperti benang kusut..
ada yang bentuknya sangat indah sekali layaknya bentuk Geometris

perjalanan inilah yang kusebut sebagai istilah "backstreet"

karena aku belajar sistem keilmuan tersebut melalui jalur "exclusive" dan dengan sangat hati-hati untuk tidak diketahui "jalur resmi"

sebab saat itu.. untuk belajar sistem cepat melalui metode khusus ialah "sangat Tabu"
dengan resiko "rusak dalam" alias "gila"
( yah memang benar juga seh, akhirnya aku jadi gila
namun gila dalam tanda kutip... yakni tergila-gila kepada "belajar" silat TD tersebut)

demikianlah saat belajar payung rasul yg paling unik..

pelajaran payung (yg akhirnya aku tahu sebagai Payung Ruji), aku diajarkan langsung oleh seseorang.. (rahasia deh)
namun tetap melalui cara tahapan dari awal, yakni "kasaran" kemudian "tikahan" lalu "Payungan"

kemudian keunikanku tatkala mempelajari Payungan sistem dari jalur Pak Dan,
aku diajarkan juga oleh seseorang yang lain (rahasia ) dengan cara "pemahaman dan hafalan teori" setelah itu pada prakteknya, aku hanya disuruh melihat "beliau" melakukannya.. sambil dikatakan... "jika kamu bisa karena melihat gerakan jurus ku, maka kamu bisa" maka silahkan pegang dan latih olehmu baik-baik khusus untukmu saja.. jika tidak.... maka sebenarnya aku tidak mengajarkanmu melainkan hanya menunjukkannya saja kepadamu...

 

Misteri penyebutan Nama-nama Tokoh pada Hadhorotan Al Fatihah

Pada setiap kali ada acara "Harkatan"
ada beberapa Tokoh yang tertulis kemudian di bacakan Hadiah Al Fatihah

hal ini dimaksudkan sebagai rasa terima kasih atas jasa-jasa Para Tokoh Tersebut
sehingga menjadikan "adanya" Sistem keilmuan Margaluyu

nama-nama tersebut ialah :

1. Mama Rd.H. Ibrahim
2. Mama Rd. H. Soma
3. Mama Sabandar
4. Bang Kari
5. Bang Madi
6. Mbah Khaer
7. Mama Rd.H.Abdullah
( Hoofd/Penghulu Cianjur. murid dari Mama Ibrahim dan Mama Sabandar)
8. Syeikh Abdul Kahfi

kemudian dilanjut sebagai hadiah Al Fatihah kepada

9. Abah Andadinata ( Pendiri dan Pencipta Gerak Margaluyu )
10. Ibu Sukaesih ( Isteri Abah Andadinata)

 

demikianlah selanjutnya , setelah menerima "pelatihan khusus" tersebut aku kemudian Vakum selama hampir 10 tahun maksudnya aku hanya berlatih sebisanya jika aku "kepengen latihan saja" namun dengan suatu harapan , aku harus bisa tembus je jalur utamanya
kembali menelusuri ke "jejak awalnya" .. Yakni..

Margaluyu Pusat Cikuya Cicalengka, Bandung

sampai suatu ketika... ternyata... "Perjumpaan jejak itu terjadinya... melalui kaskus.us tercinta " aku bertemu mas Pendekar_Muda  di SubForum Martial Art, Forum Sport, kaskus.us  inilah menjadi awal "Napak Tilas perjalanan Tenaga Dalam 10 Jurus menuju Pusat di Cicalengka"


Pengantar:

Hakekatnya pelatihan Gerak Badan Pencak Margaluyu Pusat terbagi dalam dua bagian besar, Yakni pelatihan Pencak Silat dan Pelatihan beladiri seni pernapasan (breathing technique).
Guna mendapatkan kualitas output yang standard, maka diperlukan panduan bagi para pelatih. Agar pelatihan berjalan dengan sistimatika dan pola baku yang telah ada. Oleh karena itu sistimatika pelatihan di dokumentasikan secara resmi. Serta wajib di implementasikan disetiap unit pelatihan Gerak Badan Pencak Margaluyu Pusat.

Kurikulum dan sistimatika pelatihan

a. Pelatihan jurus wajib Halusan 1 ~ 10 dan jurus Tikahan
aa. Dilaksanakan maximum 70 kali pertemuan. Setiap kali pertemuan sekitar 1 sampai 2 jam.
bb. Pelatihan setiap satu jurus maksimal 7 kali pertemuan.
cc. Pelatihan jurus dilakukan secara berurutan dimulai dari jurus 1 sampai jurus 10
dd. Matrix pelatihan jurus halusan sebagai berikut:

Pertemuan 1-5 Jurus 1
Pertemuan 6-10 Jurus 1 dan 2
Pertemuan 11-15 Jurus 1, 2 dan 3
Pertemuan 16- 20 Jurus 1, 2, 3 dan 4
Pertemuan 21-25 Jurus 1, 2, 3, 4, dan 5
Pertemuan 26-30 Jurus 1, 2, 3, 4, 5 dan 6
Pertemuan 31-35 Jurus 1, 2, 3, 4, 5, 6 dan 7
Peremuan 36-40 Jurus 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, dan 8
Pertemuan 41-45 Jurus 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, dan 9
Pertemuan 45-50 Jurus 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9 dan 10.
Pertemuan 51-55 Jurus tikahan 10-2 dan 4-3
Pertemuan 56-60 Jurus tikahan 5-8, 7-6 dan 9-6
Pertemuan 61-65 Penelahaan Kompetensi jurus setiap peserta latih (trainees)
Pertemuan 66-68 Jurus 10 110 langkah. Wajib diikuti setiap peserta.
Pertemuan 69 Harkatan.
Pertemuan 70 Implementasi penggunaan jurus halusan

ee. Matrix diatas bersifat flexible.Dalam artian kenaikan dari satu jurus ke jurus berikutnya sangat bergantung dari skill setiap peserta. Dan peningkatan ke jurus berikutnya ditentukan dari hasil telaah pelatih.
ff. Pelatih bertanggung jawab atas kepada pelatih senior atas kesempurnaan tata gerak para peserta yang dilatihnya.

b. Harkatan
aa. Harkatan hanya dilakukan oleh Pelatih Pusat, atau Pelatih Senior yang telah mendapat mandat resmi dari Pelatih Pusat Gerak Badan Margaluyu Pusat.
bb. Sebelum Harkatan, Pelatih Senior melakukan uji petik keluwesan tata gerak jurus halusan, dan jurus tikahan.
cc. Pelatih Senior yang melaksanakan harkatan, berhak menunda proses harkatan jika diketahui bahwa tata gerak peserta latihan masih belum memenuhi standard.
dd. Pelatih Senior yang melakukan harkatan memberikan konfirmasi kepada pelatih atau assiten pelatih tentang penundaan pelaksanaan harkatan dengan memberikan bukti secara langsung bahwa peserta latihan belum memadai untuk di harkat.
ee. Pelatih atau assisten pelatih wajib melakukan koreksi tata gerak jurus yang belum sesuai dengan pola baku sebelum pengajuan yang bersangkut untuk di harkat.

c. Pelatihan jurus 14 Kasaran
aa. Jurus 14 kasaran bersifat optional. Dalam artian tidak wajib ditempuh.
bb. Jika berminat untuk menempuh jurus 14 Kasaran, persyaratan wajibnya adalah berlaku bagi mereka yang sudah di harkat.
cc. Jurus 14 kasaran, aplikasi pelatihanya dibagi dalam dua bagian
Jurus kasaran 1-5 dan jurus kasaran 1-9
dd. Pelatihan Jurus 14 kasaran 1-5 dilaksanakan maksimum 14 kali pertemuan.
ee. Pelatihan Jurus 14 kasaran 1-9 dilaksanakan maksimum 14 kali pertemuan
ff. Mengingat Jurus 14 kasaran merupakan jurus yang langsung dapat di aplikasikan dalam fight yang sebenarnya maka diwajibkan kepada pelatih maupun assisten pelatih memberikan penjelasan tentang maksud dan tujuan dari setiap jurus dan titik titik bahaya agar dalam berlatih aplikasi jurus jurus tersebut tidak terjadi kecelakaan dalam berlatih.
gg. Standard lulus uji jurus 14 kasaran adalah jika yang bersangkutan mampu menggerakan masing masing rangkaian jurus 14 kasaran 1-5 dan 1-9 sebanyak 10 kali berturut turut tanpa berhenti dan terjatuh.

d. Pelatihan jurus jurus peupeuhan.
Jurus perpeuhan bersifat optional, dalam artian tidak wajib ditempuh. Jurus ini dilatihkan sesuai dengan performance yang bersangkutan dalam kesempurnaan tata gerak jurus jurus yang telah ditempuh.
aa. Ketentuan wajib untuk menempuh jurus jurus peupeuhan, terbuka bagi mereka yang telah di harkat dan telah selesai menempuh jurus 14 kasaran. Dan lulus uji performance tata gerak jurus 14 kasaran
bb. Pelatih dan assisten pelatih yang menangani pelatihan berhak untuk melakukan uji performance.
cc. Peserta latih dilatih oleh pelatih yang sama, dalam artian tidak boleh berganti pelatih tanpa di setujui oleh pelatih senior.
dd. Standard lulus uji jurus peupeuhan jika yang bersangkutan mampu menggerakan rangkaian jurus jurus peupeuhan sebanyak 20 kali tanpa berhenti dan tidak terjatuh.

e. Pelatihan jurus pancer dan atau jurus Payung Rasul
aa. Pelatihan jurus Payung Rasul bersifat optional, dalam artian tidak wajib ditempuh.
bb. Pelatihan terbuka bagi siapa saja yang merasa telah siap secara mental dan fisik untuk mengikuti pelatihan jurus Payung Rasul.
cc. Persiapan untuk memenuhi persyaratan:
aaa. Audisi ulang / Uji kesempurnaan tata gerak 10 jurus halusan dan jurus tikahan
bbb. Audisi ulang / Uji kesempurnaan tata gerak rangkaian jurus 14 kasaran 1-5 dan 1-9
ccc. Audisi ulang / Uji kesempurnaan tata gerak rangkaian jurus peupeuhan.
dd. Pelatihan jurus Payung Rasul bersifat individu. Dalam artian jika perserta latih lebih dari satu orang, maka tidak boleh melatih gerak jurus Payung Rasul secara bersamaan.
ee. Jurus Payung Rasul di harkat sendiri oleh peserta latihan
ff. Pelatih melakukan supervisi kesempurnaan tata gerak jurus Payung Rasul.
gg. Peserta latih diizinkan melakukan harkatan jurus Payung Rasul setalah pelatih memberi izin atas pertimbangan kesempurnaan tata gerak jurus Payung Rasul sudah memenuhi kriteria baku.

f. Pelatihan Olah Rasa / olah Bathin (Sekonan)
aa. Pelatihan Olah rasa / olah bathin (sekonan) terbuka bagi penghayat Margaluyu Pusat yang telah di harkat.
bb. Pelatihan tersebut diatas dibagi dalam 3 (tiga) tahap, yang mana masing masing tahap di alokasikan waktu latihan sebanyak 14 kali pertemuan.
cc. Tingkat kepekaan rasa dan bathin setiap peserta latihan selalu berbeda antara satu sama lainya. Oleh karena itu tidak akan diperoleh output yang standard.
dd. Latihan ini tidak memiliki batas waktu dan dapat dilakukan sepanjang masa.
ee. Jumlah pertemuan yang di alokasikan adalah merupakan standard metode berlatih olah rasa / olah bathin yang diharapkan akan memberikan hasil awal yang memadai.
ff. Pelatihan ini diawasi / dibawah supervisi pelatih senior.

g. Pelatihan Silat Margakuyu Pusat
aa Pelatihan silat Gerak Badan Margaluyu Pusat terbuka bagi siapa saja, bersifat lintas usia dimulai dari usia kanak-kanak diatas 7 tahun. Jurus silat wajib yang dipelajari adalah jurus silat Selah Eurih dan Paleredan.
bb. Pelatihan jurus Selah Eurih ditempuh dalam waktu minimal 50 jam atau 25 kali pertemuan dan setiap pertemuan selama 2 jam.
cc. Untuk jurus jurus Silat Margaluyu Pusat lainya akan ditinjau berdasarkan performance yang bersangkutan.

Lain-lain:

Sertifikasi:

a. Sertifikat akan diberikan kepada setiap penghayat Gerak Badan Pencak Margaluyu Pusat sesuai dengan tahapan yang sudah selesai di tempuh.
b. Sertifikat berlaku sebagai penjelasan dan pengukuhan bahwa yang bersangkutan benar benar berlatih beladiri pada Gerak Badan Pencak Margaluyu Pusat.
c. Sertifikat bukan sebagai tanda bukti kompetensi penghayatan. Tetapi sebagai tanda penghargaan kepada yang bersangkutan karena secara tekun mengikuti pelatihan Gerak Badan Pencak Margaluyu Pusat.
d. Sertifikat dikeluarkan oleh Pengurus Organisasi Gerak Badan Pencak Margaluyu Pusat unit pelatihan lokal setempat dimana yang bersangkutan berlatih.
e. Pemegang Sertifikat berkewajiban menjaga nama baik dan citra Margaluyu Pusat.


Demikian panduan sistimatika pelatihan Gerak Badan Pencak Margaluyu Pusat. Dan kepada seluruh Pelatih berkewajiban (mandatory) untuk melaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku seperti tertulis diatas.
Panduan sistimatika pelatihan Gerak Badan Pencak Margaluyu Pusat merupakan dokumen terkendali, Bersifat flexible yang bisa di update untuk disesuaikan dengan perkembangan


Tanggal pembakuan : 8 Juni 2007
Nomor dokumen : ML-P01
Status dokumen : Revisi-0
Ditetapkan di : Cikuya - Cicalengka
Oleh : Pelatih Pusat
( Idit Junaidi)

ada baiknya sebelum uraian tentang Margaluyu dikupas lebih lanjut lagi..

ini ada bahan tulisan yang di copy paste dari milis sebelah
yaitu tulisannya saudara "desireman222, SuperModerator Dunia***.com

SEJARAH TENAGA DALAM INDONESIA


Banyak Perguruan ataupun pribadi yang menawarkan pelatihan-pelatihan tenaga dalam. Namun tak banyak dari mereka yang paham sejarah tenaga dalam itu sendiri. Memang perkembangan tenaga dalam Indonesia tidak diimbangi kepedulian dalam penelusuran asal-usul, siapa tokoh yang menciptakan dan mengembangkannya. Bahkan sebagian besar dari perguruan itu berupaya menyembunyikan sejarah dari mana pendiri perguruan itu belajar tenaga dalam. Ada juga Guru yang sengaja mengarang sejarah layaknya cerita yang di-dramatisir untuk mendongkrak nama dan "omset penjualan" perguruannya.

Berikut ini adalah hasil temuan kami atas pengamatan dan penelusuran sejarah Tenaga Dalam di Indonesia.

Tenaga dalam (versi Indonesia) identik dengan ilmu yang mampu menghalau lawan dalam keadaan amarah/emosi dari jarak jauh. Lazimnya, bela diri jenis ini digali melalui olah napas, jurus dan pengejangan pada bagian tubuh tertentu (dada/perut). Terkadang pula disertai ajaran spiritual.

Perkembangan sejarah tenaga dalam di Indonesia diwarnai oleh 4 tokoh penting. Yaitu Muhammad Toha pendiri Sin Lam Ba (Jakarta), Andadinata pendiri Margaluyu (Bandung), H Abdul Rasyid pendiri Budi Suci (Bogor) dan Nampon pendiri Tri Rasa (Bandung).

Pada akhir abad 19 tenaga dalam sudah mulai dipelajari secara terbatas tetapi baru keluar dari “sangkar”-nya pada tahun 1932 ketika Nampon melakukan aktivitas nyleneh di depan stasiun Padalarang. Saking girangnya menyambut kelahiran anak pertamanya, Nampon diluar kesadarannya berteriak-teriak seperti orang gila. Karena dianggap gila, Nampon hendak diringkus beramai-ramai. Namun dari sekian orang yang akan menjamah tubuhnya itu jatuh terpelating.

Nampon lahir di Ciamis pada tahun 1888 dan wafat tahun 1962. Semula adalah pegawai di jawatan kereta api di jaman Belanda. Ia dipecat dan berulang kali masuk bui karena sikapnya yang anti penjajah Belanda. Diantara murid Nampon yang berjasa ikut mengembangkan tenaga dalam adalah Setia Muchlis dan KM Tamim yang kemudian mendirikan perguruan TRI RASA yang banyak diikuti kalangan Mahasiswa di Bandung, diantaranya murid itu adalah Bung Karno dan M Natsir.

Dari Nampon

Menurut kalangan pendekar sepuh di wilayah Jawa Barat, sebelum memperkenalkan “jurus tenaga dalam“ Nampon banyak belajar ilmu dari pendekar yang lebih senior. Ia pernah berguru pada Abah Khoir pencipta silat Cimande, dan pendekar-pendekar asal Batavia diantaranya Bang Madi, Bang Kari, Bang Ma’ruf juga H Qosim pendekar yang diasingkan kerajaan Pagar Ruyung, Padang karena mengajarkan silat di luar kerajaan.

Kini ketika perguruan tenaga dalam menjamur hampir di seluruh kota dengan bendera yang berbeda-beda (walau corak jurus dan oleh napas serupa), kemudian muncul pertanyaan, dari mana asalnya ilmu tenaga dalam dan siapa tokoh yang pertama kali menciptakannya?

Sidik, murid dari H Abdul Rosyid pendiri aliran Budi Suci yang banyak menyebarkan aliran ini di Jawa dan Sumatra, pada tahun 1985 mengatakan bahwa jurus tenaga dalamnya diwarnai keilmuan Abah Khoir dan Nampon. Begitu halnya dengan aliran yang banyak berkembang di Jawa Tengah, seperti Ragajati di Banyumas, JSP (Jurus Seni Penyadar) di Tegal dan beberapa aliran di Semarang.

Yosis Siswoyo Guru Besar aliran Bandar Karima Bandung saat dikonfirmasi, mensinyalir bahwa kemunculan tenaga dalam di wilayah Jawa Barat secara terbuka memang terjadi pada masa Nampon sepulang dari penjara Digul.

Namun demikian Yosis tidak berani memastikan pencipta jurus tenaga dalam itu Nampon seorang, mengingat pada masa yang hampir bersamaan, di Batavia/Jakarta juga muncul aliran Sin Lam Ba dan Al-Hikmah, bahkan pada tahun yang hampir bersamaan, di daerah Ranca Engkek Bandung Andadinata memunculkan ilmu tenaga dalam yang diklaim asli hasil pemikirannya sendiri.

Aliran Andadinata ini kemudian dikenal dengan nama Marga Rahayu namun kemudian dirubah menjadi Margaluyu dan mulai dikenalkan pada pada khalayak pada tahun 1932, tetapi pada tahun 1922 aliran itu sudah diperkenalkan dalam lingkup yang terbatas.

Anandinata konon memiliki beberapa murid, diantaranya Dan Suwaryana, dosen ASRI yang juga wartawan di Yogyakarta. Dari Dan Suwaryana ini kemudian “pecah” (berkembang) lebih dari 17 perguruan tenaga dalam besar yang kini bermarkas di kota gudeg, Yogyakarta, diantaranya Prana Sakti yang dikembangkan Aspanuddin Panjaitan.

Menurut berbagai pihak yang dapat dipercaya, perguruan yang terinspirasi oleh Prana Sakti itu, diantaranya : Prana Sakti Indonesia, Prana Sakti Jayakarta, Satria Nusantara, Perdawa Padma, Radiasi Tenaga Dalam, Kalimasada, Bunga Islam, Al-Barokah, Indonesia Perkasa, Sinar Putih, Al-Barokah, Al-Ikhlas, dll.

Para Wali

Konon, keilmuan yang ada pada Margaluyu itu sendiri memiliki silsilah dari para Wali di tanah Jawa, yang apabila diruntut yaitu dari Syekh Datul Kahfi – Prabu Kian Santang / P.Cakrabuana (Setelah masuk Islam dikenal sebagai Sunan Rahmad Suci Godong Garut) kemudian ke : Sunan Gunung Jati dan dari beliau turun ke Anandinata.

Hingga kini sejarah tenaga dalam masih misteri, siapa tokoh yang pertama kali menciptakannya. Para pinesepuh juga tidak memiliki refrensi yang kuat berkaitan dengan sejarah perguruan dan pencetusnya.

Dari kalangan Budi Suci atau perguruan yang mengambil sumber dari aliran yang didirikan H Abdul Rosyid ini setidaknya ada 3 nama tokoh yang disebut-sebut dalam “ritual” yaitu Madi, Kari dan Syahbandar (atau disebut Subandari, tetapi bernama asli H Qosim).

Tentang nama Madi, Kari dan Syahbandar sebagaimana disebut diatas, memang banyak mewarnai keilmuan Nampon, namun keilmuan itu lebih bersifat fisik, karena dalam catatan “tempo doeloe” Madi dan Kari belum memperkenalkan teknik bela diri tenaga dalam (pukulan jarak jauh).

Baik Madi, Kari dan Syahbandar dikenal sebagai pendekar silat (fisik) pada masanya. H. Qosim yang kemudian dikenal sebagai Syahbandar atau Mama’ Subadar karena tinggal dan disegani masyarakat desa Subadar di wilayah Cianjur. Sedangkan Madi dikenal sebagai penjual dan penjinak kuda binal yang diimpor asal Eropa.

Dalam dunia persilatan Madi dikenal pakar dalam mematah siku lawan dengan jurus gilesnya, sedangkan Kari dikenal sebagai pendekar asli Benteng Tangerang yang juga menguasai jurus-jurus kung fu dan ahli dalam teknik jatuhan.

Pada era Syahbandar, Kari dan Madi banyak pendekar dari berbagai aliran berkumpul. Batavia seakan menjadi pusat barter ilmu bela diri dari berbagai aliran, mulai dari silat Padang, silat Betawi kombinasi kung fu ala Bang Kari, juga aliran Cimande yang dibawa oleh Khoir.

Dari aliran Budi Suci yang keilmuannya konon bersumber dari Khoir dan Nampon, juga tidak berani mengklaim bahwa tenaga dalam itu bersumber (hanya) dari Nampon seorang. Begitu halnya kalangan yang mengambil sumber dari Margaluyu.

Kalangan Budi Suci, menganalisa bahwa Namponlah yang patut dianggap sebagai pencipta, karena dalam ritual (wirid), nama-nama yang disebut adalah Madi, Kari dan Syahbandar (Syeh Subandari), sedangkan nama Nampon tidak disebut-sebut. Ini menunjukkan bahwa inspirasi ilmu berasal dari tokoh sebelum Nampon, walau nampon yang kemudian merangkum dan menyempurnakannya. Namun simpulan itu diragukan mengingat pada masa pendekar Madi, Kari, Sahbandar ini tenaga dalam belum dikenal.

Terbukti, dalam suatu peristiwa saat Madi diserang kuda binal juga mematahkan kaki kuda dengan tangkisan tangannya, dan Khoir guru dari Nampon saat bertarung dengan pendekar Kung Fu, juga menggunakan selendang untuk mengikat lawannya pada pohon pinang. Artinya, jika tenaga dalam itu sudah ada, dan mereka-mereka itu adalah pakarnya, kenapa musti pakai selendang segala? Kenapa tidak pakai “jurus kunci” agar pendekar Kung Fu itu tidak bisa bergerak.

Justru pemanfaatan tenaga dalam itu baru tercatat pada era Nampon tahun 1930-an. Kasus “histeris” saat menyambut kelahiran anaknya di depan stasiun Padalarang, dan pertarungan Nampon dengan Jawara Banten juga saat melayani tantangan KM Thamim yang (setelah kalah) lalu berguru kepadanya.

Yosis Siswoyo (63) dari Silat Bandar Karima (kepanjangan dari Syahbandar, Kari dan Madi) termasuk kalangan pendekar generasi tua di Bandung juga mengakui dari kalangan perguruan pencak silat dan tenaga dalam memang kurang mentradisikan dalam pelestarian sejarah perguruannya.

Walau Yosis menyebut Nampon dan Andadinata sebagai tokoh yang banyak berjasa mengenalkan tenaga dalam di wilayah Jawa Barat, namun kemunculan Sin Lam Ba dan Al-Hikmah di Batavia pada kurun waktu yang hampir bersamaan, (bahkan disinyalir lebih dulu) juga perlu dipertimbangkan bagi yang ingin melacak sejarah.

Tentang Sin Lam Ba, H Harun Ahmad, murid Muhammad Toha guru besar Sin Lam Ba - Jakarta, kepada penulis menjelaskan bahwa pada tahun 1896 Bang Toha yang juga anggota Polisis di zaman Belanda itu menemukan jurus tenaga dalam dari H Odo seorang kiai dari pesantren di Cikampek, Jawa Barat sedangkan Al-Hikmah yang dikembangkan oleh Abah Zaki Abdul Syukur juga bersumber dari Bang Toha bahkan pada awal kali memulai aktivitas perguruannya, sempat bergabung dibawah panji Sin Lam Ba. Namun ketika H Harun Ahmad ditanya tentang dari mana H Odo mendapatkan ilmu itu, ia tak dapat menjelaskannya.

H Harun hanya menjelaskan, aliran tenaga dalam yang kini berubah menjadi nama yang banyak dan berbeda-beda itu, dulunya adalah “Ilmu Tanpa Nama” yang kemudian dikembangkan pencetusnya dengan cara mengadopsi atau menyampur dari berbagai aliran yang pernah dipelajarinya.



Mulai Berubah Fungsi

Melacak sejarah perkembangan tenaga dalam setidaknya dapat ditelusuri dari sejarah berdirinya aliran tenaga dalam “tua” yaitu :

1896 pertemuan M. Toha dengan H. Odo di Cikampek lalu berdiri aliran Sin Lam Ba di Jakarta.

1922 secara terbatas Andadinata mulai memperkenalkan jurus tenaga dalam di daerah Ranca Engkek, Bandung. Dari Andadinata kemudian muncul aliran Margaluyu.

1932 Nampon mendirikan aliran Tri Rasa di Bandung dan H. Abdul Rosyid mendirikan aliran Budi Suci di Bogor.

Penelusuran sementara sejarah perkembangan perguruan tenaga dalam lebih tertuju pada wilayah Jawa Barat dan Batavia sebagai tempat kelahiran aliran tenaga dalam.

Aliran bercorak Nampon menyebar ke Jawa Tengah melalui perguruan Ragajati, JSP (jurus seni penyadar) dan beberapa aliran tanpa nama.

Sin Lam Ba lebih banyak berkembang di wilayah Jakarta, sedangkan Al-Hikmah masuk Jawa Tengah melalui jalur pesantren Bambu Runcing di Parakan Temanggung. Budi Suci yang didirikan H. Abdul Rosyid di Bogor memilih wilayah pengembangan di wilayah pantai utara ke arah timur mulai dari Jakarta, Bekasi, Karawang, Cikampek, Kuningan, Indramayu dan Cirebon, Semarang, Rembang dan tahun 1983 di Cluwak, Pati Utara. Sedangkan Margaluyu justru berkembang pesat di wilayah Yogyakarta, walau guru yang belajar dari aliran ini kemudian mengganti perguruan dengan nama baru.

Pada tahun-tahun berikutnya, perkembangan perguruan tenaga dalam layaknya MLM (Multi Level Marketing). Seseorang yang belajar pada suatu perguruan memilih untuk mendirikan perguruan baru sesuai selera pribadinya. Ini adalah gejala alamiah yang tidak perlu dimasalahkan, karena setiap guru atau orang yang merasa mampu mengajarkan ilmu pada orang lain itu belum tentu sepaham dengan tradisi yang ada pada perguruan yang pernah diikutinya.

Pertimbangan merubah nama perguruan itu dilatarbelakangi oleh hal-hal yang amat kompleks, mulai adanya ketidaksepahaman pola pikir antara orang zaman dulu yang mistis dan kalangan modernis yang mempertimbangkan sisi kemurnian aqidah dan ilmiah, disamping pertimbangan dari sisi komersial. Yang pasti, misi orang mempelajari tenaga dalam pada masyarakat sekarang sudah mulai berubah dari yang semula berorientasi pada ilmu kesaktian menuju pada gerak fisik (olah raga) karena orang sekarang menganggap lawan berat yang sesungguhnya adalah penyakit. Karena itu, promosi perguruan lebih mengeksploitasi kemampuan mengobati diri sendiri dan orang lain.

Aliran perguruan tenaga dalam yang mengeksploitasi kesaktian kini lebih diminati masyarakat tradisional. Dan menurut pengamatan penulis, perguruan ini justru sering “bermasalah” disebabkan pola pembinaan yang menggiring penganutnya pada sikap “kejawaraan” melalui doktrin-doktrin yang kurang bersahabat pada aliran lain dari sesama perguruan tenaga dalam maupun bela diri dari luar (asing).

Sikap ini sebenarnya bertentangan dengan sikap para tokoh seperti Bang Kari yang selalu wanti-wanti agar siapapun yang mengamalkan bela diri untuk selalu memperhatikan “sikap 5” yaitu : 1. Jangan cepat puas. 2. Jangan suka pamer. 3. Jangan merasa paling jago. 4. Jangan suka mencari pujian dan 5. Jangan menyakiti orang lain.

Dan perlu diingat, perkembangan pencak silat sebagai dasar dari tenaga dalam itu, baik pelaku maupun keilmuannya dapat berkembang karena silaturahmi antar tokoh, mulai dari silat Pagar Ruyung Padang yang dibawa H Kosim (Syahbandar),
Bang Kari dan Bang Madi yang merangkum silat Betawi dengan Kung Fu,
juga Abah Khoir dengan Cimandenya,
RH. Ibrahim dengan Cikalongnya.

Rangkapan Fisik

Setiap perguruan tenaga dalam memberikan sumbangsih tersendiri bagi masyarakat Indonesia. Margaluyu menorehkan tinta emas sebagai perguruan tua yang banyak mengilhami hampir sebagian besar perguruan di Indonesia, dan cabang-cabang dari perguruan ini banyak berjasa bagi pengembangan tenaga dalam yang ilmiah dan universal.

Sin Lam Ba, Al-Hikmah, Silat Tauhid Indonesia berjasa dalam memberikan nafas religius bagi pesertanya, dan aliran Nampon berjasa dalam memberikan semangat bagi para pejuang di era kemerdekaan.

Terlepas dari sisi positif dari aliran-aliran besar itu, pengembangan aliran tenaga dalam yang kini masih memilih corak pengembangan bela diri dan kesaktian itu justru mendapat kritik dari para pendahulunya.

Pada tahun 1984 Alm. Sidik murid dari H Abdul Rosyid saat berkunjung ke wilayah Pati utara dan menyaksikan cara betarung (peragaan) suatu perguruan “pecahan” dari Budi Suci, menyayangkan kenapa sebagian besar dari siswa perguruan tenaga dalam itu sudah meninggalkan teknik silat (fisik) sebagai basic tenaga dalam.

Artinya, saat diserang mereka cenderung diam dan hanya mengeraskan bagian dada/perut. Kebiasaan ini menurutnya suatu saat akan menjadi bumerang saat harus menghadapi perkelahian diluar gelanggang latihan. Karena saat latihan hanya dengan “diam” saja sudah mampu mementalkan penyerang hingga memberikan kesan bahwa menggunakan tenaga dalam itu mudah sekali.

Mereka tidak sadar bahwa dalam perkelahian di luar gelanggang latihan itu, suasananya berbeda. Dalam arena latihan yang dihadapi adalah teman sendiri yang sudah terlatih dalam menciptakan emosi (amarah).

Cara bela diri memanfaatkan tenaga dalam yang benar menurut Alm. Sidik sudah dicontohkan oleh Nampon saat ditantang jawara dari Banten dan saat akan dicoba kesaktiannya oleh KM Tamim. Yaitu, awalnya mengalah dan berupaya menghindar namun ketika lawan masih memaksa menyerang, baru dilayani dengan jurus silat secara fisik, menghindar, menangkis dan pada saat yang dianggap tepat memancing amarah dengan tamparan ringan dan setelah penyerang emosi, baru menggunakan tenaga dalam.

Pola pembinaan bela diri yang tidak lengkap yang hanya fokus pada sisi batin saja, sering menjadi bumerang bagi mereka yang sudah merasa memiliki tenaga dalam sehingga terlalu yakin bahwa bagaimanapun bentuk serangannya, cukup dengan diam (saja) penyerang pasti mental. Dan ketika mereka menghadapi bahaya yang sesungguhnya, ternyata menggunakan tenaga dalam tidak semudah saat berlatih dengan teman seperguruannya.

Fenomena pembinaan yang sepotong-potong ini tidak lepas dari keterbatasan sebagian guru yang pada umumnya hanya pernah “mampir” di perguruan tenaga dalam. Sidik mengakui banyak orang yang belajar di Budi Suci hanya bermodal “jurus dasar” saja sudah banyak yang berani membuka perguruan baru. Padahal dalam Budi Suci itu terdapat 3 tahapan jurus. Yaitu, Dasar Jurus – Jodoh Jurus dan Kembang Jurus (ibingan).

Karena tergesa-gesa ingin membuka aliran baru itu menyebabkan siswa sering tidak siap disaat harus menggunakan tenaga dalamnya. Dan Yosis Siswoyo dari Bandar Karima memberikan konsep bahwa keberhasilan memanfaatkan tenaga dalam ditentukan dari prinsip “min-plus” yang dapat diartikan : Biarkan orang berniat jahat (marah), aku memilih untuk tetap bertahan dan sabar.

Karena itu pembinaan fisik, teknik bela diri fisik, teknik, kelenturan, refleks dan mental bertarung perlu ditanamkan terlebih dahulu karena kegagalan memanfaatkan tenaga dalam lebih disebabkan mental yang belum siap sehingga orang ingat punya jurus tenaga dalam setelah perkelahian itu sudah usai.

Berdasarkan pengamatan, tenaga dalam berfungsi baik justru disaat pemiliknya “tidak sengaja” dan terpaksa harus bertahan dari serangan orang yang berniat jahat. Dan tenaga dalam itu sering gagal justru disaat tenaga dalam itu dipersiapkan sebelumnya untuk “berkelahi” dan akan lebih gagal total jika tenaga dalam itu digunakan untuk mencari masalah.

Tenaga dalam harus bersifat defensif atau bertahan. Biarkan orang marah dan tetaplah bertahan dengan sabar dan tak perlu mengimbangi amarah. Sebab jika pemilik tenaga dalam mengimbangi amarah, maka rumusnya menjadi “plus ketemu plus” yang menyebabkan energi itu tidak berfungsi. Dan dalam hal ini Budi Suci menjabarkan konsep “min – plus” itu dengan sikap membiarkan lawan “budi” (bergerak/amarah) dan tetap mempertahankan “suci” (sabar, tenang).

Memposisikan diri tetap bertahan (sabar) sangat ditentukan tingkat kematangan mental. Dan pada masa Nampon dan H Abdul Rosyid, tenaga dalam banyak berhasil karena dipegang oleh pendekar yang sudah terlatih bela diri secara fisik (sabung) sehingga saat menghadapi penyerang mentalnya tetap terjaga.

Sekarang semua sudah berubah. Orang belajar tenaga dalam sudah telanjur yakin bahwa serangan lawan tidak dapat menyentuh sehingga fisik tidak dipersiapkan menghindar atau berbenturan. Dan karena tidak terlatih itu disaat melakukan kontak fisik, yang muncul justru rasa takut atau bahkan mengimbangi amarah hingga keluar dari konsep “min-plus”.

Tenaga Dalam Pantura

Perkembangan tenaga dalam di wilayah eks Karisedenan Pati tak lepas dari peran Perguruan Satya dibawah asuhan alm. Soeharto – Semarang.

Satya berkembang di wilayah Pati awalnya dibawa oleh murid Soeharto bernama Subiyanto asal Jepara. Namun Subiyanto kemudian membuat perguruan Mustika. Walau perguruan ini hanya muncul sesaat kemudian tidak terdengar lagi.

Pada akhir tahun 70-an Satya masuk wilayah Pati dengan corak yang saat itu dianggap tabu karena berlatih pada tempat terbuka pada siang hari. Ini berbeda dengan aliran lain yang memilih berlatih secara sembunyi-sembunyi.

Satya lebih mudah diterima masyarakat karena sifatnya yang terbuka, lebih njawani dan tidak bernaung dibawah partai politik tertentu bahkan menerima anggota dari semua agama, walau dalam ritualnya Satya tidak jauh beda dengan aliran Budi Suci yang dikembangkan oleh Bang Ali yang saat itu juga banyak berkembang di Jawa Tengah.

Kesamaan Satya dengan Budi Suci disebabkan alm. Soeharto mengenal jurus tenaga dalam itu berasal dari Yusuf di Tanjung Pinang, dan Yusuf adalah murid dari alm. Sidik, salah satu dari murid H Abdul Rosyid sang pendiri aliran Budi Suci.

Dalam lingkup pergruannya, Soeharto hampir tidak pernah menyebut-nyebut nama Yusuf sebagai sang guru. Ini disebabkan adanya hal yang sangat pribadi berkaitan dengan sang guru yang WNI keturunan itu. Justru Soeharto lebih sering menyebut nama Sidik, walau pertemuan keduanya itu baru berlangsung diawal tahun 80-an.

Ketika beberapa pengurus Satya di Sirahan, Cluwak berhasil menemukan Sidik di Cilincing, Jakarta Utara, lalu diboyong untuk meneruskan pembinaan dari anggota Satya yang saat itu sudah pasif dari berbagai kegiatan perguruan.

Kehadiran Sidik ke Sirahan ibarat meneruskan pelajaran lanjutan yang tidak terdapat pada kurikulum Satya. Selain pembaharuan dalam jurus dasar juga meneruskan pada materi Jodoh Jurus dan Kembang Jurus ciptaan oleh Abah Khoir sang pendiri Cimande dan sebagian sudah digubah oleh H Abdul Rosyid.

Sejarah tentang tenaga dalam perlu diketahui oleh mereka yang mengikuti suatu aliran tenaga dalam. Ketidaktahuan tentang sejarah itu dapat menggiring seseorang bersikap kacang lupa kulit, bahkan memunculkan “anekdot spiritual” sebagaimana dilakukan seorang guru tenaga dalam yang karena ditanya murid-muridnya dan ia tidak memiliki jawaban lalu menjelaskan bahwa orang-orang yang ditokohkan dalam perguruan itu dengan jawaban yang mengada-ada.

Misalnya, Saman adalah seorang Syekh dari Yaman, Madi disebut sebagai Imam Mahdi, Kari adalah Imam Buchori, Subandari adalah Syeh Isbandari. Dan jawaban seperti itu tidak memiliki dasar dan konon hanya berdasarkan pada kata orang tua semata.

(Dari berbagai sumber)


Legenda Pangeran Pengampun

by: baruklinting (GlobalModerator sahabatsilat.com)


Bagi para guru sepuh ilmu silat, nama Pangeran Pengampun bukanlah nama yang asing. Tetapi pada saat sekarang mungkin hanya beberapa perguruan ssaja yang masih mengenalkan sosok legendaris Pangeran Pengampun.

Konon ilmu silat sudah dikenal jauh sebelum agama Hindu dan Buddha masuk ke nusantara. Dimana dibuktikan bahwa di Nusantara ini (sebut saja Pulau Jawa), sudah memiliki peradaban yang sangat tinggi. Banyak fosil manusia tertua didunia ditemukan di daratan pulau Jawa, seperti dimulai dari pithecantrphus eretus sampai ke Mojokerto soloensis.

Konon di pulau Jawa dalam legenda pernah ada suatu negara atau kerjaan yang sudah menganut faham monotheos. Yang diapit oleh dua Samodra yakni Samudra Hindia dan samudra Pasicik. Negera tersebut disebut negara Hartharanus. Dimana Prabu HeruCakra sebagai rajanya. Pada masa ini bahasa resmi kerajaan bernama bahasa “Ingsun Sabda” yang biasa disebut dengan akronim Sun-Da. Dipercaya bahwa bahasa Sun-Da adalah bahasa kerajaan yang dipakai saat itu. Pulau Jawa adalah merupakan daerah kapital dari kerajaan Hartharanus. Layaknya sebuah bahasa, maka setiap bahasa memeiliki charakter sebagai sarana untuk berkomunikasi tulis. Dalam kenyataanya aksara Sun-Da hingga saat ini masih ada dan dimiliki oleh mereka yang berusaha untuk melestarikan agar tidak punah. Meski mereka sudah tidak bisa membacanya lagi.

Pangeran Penganpun adalah satu diantara kerabat prabu HeruCakra yang namanya tetap hidup. Sampai saat sekarang. Dimana ilmu yang digelar oleh Pangeran Pengampun adalah ilmu pengharkatan energi yang berbasis pada hubungan urat syarat yang berhubungan dengan setiap ruas tulang manusia. Khususnya Ruas tulang belakang dari mulai tulang ekor sampai dengan tulang tengkorak. Ilmu tersebut dikenal dengan istilah Gelang Naga (Gelang tenaga). Konon dinasti Shambala dari Tibet mempelajari ilmu ini melalui pertukaran budaya pada masa kejayaan Sriwijaya. Yang kemudian dikenal dengan ilmu KalaCakra..
Jelasnya bahwa keilmuan Gelang Naga (gelang tenaga) yang membangkitkan (harkatan /herkaton) energi melalui ring-ring dari disetiap ruas tulang manusia. Dimana setiap disetiap ring ruas tulang terhubung dengan urat syaraf yang berhubungan dengan organ oragn vital manusia. Yang dalam pengertianya jika energi ini mengalami hambatan, maka ada bagian spesifik tubuh yang tidak teraliri oleh energi yang dirasakan sebagai rasa sakit di organ tersebut yang terasa tidak nyaman.

Masuknya agama Hindhu dan Buddha ke jawa, menyebabkan keilmuan yang berasal dari Pangeran Pengampun semakin maju bahkan beredar keluar pulau Jawa. Namun lafads “Pengampun” sangat sulit diucapkan bagi orang diluar Jawa. Sehingga pemujaan terhadapa Pangeran Pengampun hanyalah terdengar seperti gumanan / lafads yang berbunyi ”Houm houm houm). Demikian pula setelah Nusantara dimasuki agama Islam pemujaan terhadap Pangeran Pengampun disebut sebagai “Waliullah wakil Kesatu”. Dari sekian banyak ilmu hikmah yang diajarkan oleh para Wali banyak menyebutkan Pangeran Pengampun Waliullah wakil kesatu”

Sehingga secara jelas bahwa “legenda Pangeran Pengampun” tetap hidup dimulai dari zaman Pra Hindu Budha sampai saat sekarang. Sosok Pangeran Pengampun adalah tokoh yang tidak masuk dalam catatan sejarah dan namanya hidup dimasyarakat maka beliau menjadi tokoh legenda.
Akan tetapi bagi mereka yangmempelajari ilmu-ilmu hikmah akan menemui sebutan “Pangeran Pengampun waliullah wakil kesatu” didalam mantra2 tertentu.

Di tatar Sunda (parahiangan), dipercaya bahwa Pangeran Pengampun pernah hidup di Bantar Kawung Cianjur Jawa barat. Sedangkan di Jawa Tengah Pangeran Pengampun dipercaya pernah hidup di masa kerajaan Hartharnus. Dan dihormati namanya oleh para Wali dengan sebutan Waliullah wakil Kesatu yang artinya Wakil yang berkaromah yang berkedudukan diatas para wali.

Kesimpulan sementara: Pertama. Bahwa di pulau Jawa ada bahasa kesatuan yang disebut Bahasa Sun-da (bahasa Ingsun Sabda). Kedua. Keilmuan tentang energi berkaitan dengan energi yang memancar / merambat dari settiap ruas tulang manusia khususnya ruas ruas tulang punggung. mengalir melalui urat syarat menuju organ organ tubuh yang vital. Ketga: banyak versi tentang legenda Pangeran Pengampun yang beredar di masyarakat. Keempat. Negara Hartharanus jika dibaca dari belakang menjadi Nusantara. Kelima. Dalam spelling orang Barat kata Hartharnus menjadi Atlantis. Yang dipercaya oleh orang Barat sebagai benua yang hilang tertelan Bumi dan benua yang memiliki peradaban sangat tinggi.

Pembangkitan (harkatan / herkaton) energi menurut keilmuan Pangeran Pengampun dilakukan dua macam cara. Pertama dengan menggerakan gerakan tertentu (jurus) disertai tata napas yang spesifik. Kedua melalui meditasi. Aliran energi dari bawah sebut saja dimulai dari ruas ruas tulang ekor dirambatkan keatas menembus bagian ruas ruas (ring) tertentu menuju kebagian syaraf untuk organ vital tertentu sehingga akan memberikan efek sehat. Sebagai contoh, bila yang dialiri energi adalah bagian otak, maka akan mengasilkan kecerdasan, jika yang dialiri energi bagian mata, maka mata kita menjadi cerdas untuk melihat atau menerawang. Bila di alirkan kebagian bahu akan menghasilkan energi kinetic ke kedua belah tangan yang populer disebut tenaga dalam.
Dalam upaya beladiri, banyak orang yang mengolah pengaliran energi ke bagian bahu dan tidak sedikit yang terjebak melakukan pemampatan energi di area bahu dan paru paru. Sehingga secara tidak sengaja mengganggu fungsi organ didaerah itu. Banyak kita temui para ahli beladiri / pendekar yang dihari tuanya mengalami kerentanan fisik dalam artian ringkih dan sakit, Meskipun memiliki energi tenaga dalam yang hebat yang mampu mengalahkan mereka yang masih muda usia. Mengolah energi untuk beladiri memang suatu hal yang diperlukan. Tetapi memampat kan energi di satu titik tertentu secara terus menerus memberikan efek yang tidak menguntungkan pada usia senja. Sebaiknya gunakan energi pada saat diperlukan saja. Jangan menimbun energi fi satu titik untuk jangka waktu yang panjang. Jika anda ingin seha di hari tua.

Catatan:
Jika ada versi lain tentang Pangeran Pengampun, silahkan untuk di posting
sehingga perbendaharaan riwayat tokoh ini menjadi semakin lengkap.

Ada cerita versi lain tentang Pangeran Pangampun Cianjur.
Pangeran Pengampun Cianjur, juga dikenal sebagai Pangeran Arya Mandala yang bergelar
secara populer sebagai Pangeran Panglipur Lara.

Tentang keilmuanya adalah membagi perenungan (meditasi) dengan istilah
medtasi "dasar 1" dikenal dengan meditasi Bening yang dilakukan sambil duduk dengan
sikap yang spesifik yaitu relax menutup "9 lubang" manusia yakni mata, telinga, hidung, mulut,
kemaluan dan dubur. istilah jawa atau sunda nya hanutup babakan hawa sanga.

Meditasi "dasar Null" meditasi ini bisa dilakukan dengan cara duduk atau dengan cara bergerak
menggerakan gerakan tertentu sesuai pakem. Lebih di kenal dengan gerak jurus.
Cerita gampangnya adalah "bathin kita ikut diajarkan maenpo). Jadi yang bisa maenpo bukan
saja raganya tetapi bathinnya diajarkan maenpo.

itulah prinsip keilmuan Pangeran Pengampun Cianjur. so please lihat thread fenomena Margaluyu yang dibuka oleh Ki Sawung

Saya tidak tahu persis apakah masyarakat Cianjur masih mengenal tokoh Pangeran Pengampun
atau tidak. Hal ini bisa di cari kejelasanya dari para sesepuh Cikalong.

Gerak Badan Margaluyu Pusat adalah satu diantara banyak pusat-pusat pelatihan yang pada hakekatnya untuk melestarikan warisan para leluhur yang telah menurunkan ilmu, dalam upaya menjaga keselamatan lahir dan bathin, dunia dan akherat dengan ridhlo Allah SWT melalui latih diri untuk membangkitkan tenaga dalam yang dimiliki oleh setiap orang. Dampak nyata yang terlihat adalah badan jasmani yang sehat serta percaya diri yang kuat
Untuk lebih detail mengenai Margaluyu (jurus-jurus dsb.), harap cek di milis margaluyu pusat.


PENDIRI: Almarhum abah S. Andadinata
Almarhum abah Andadinata menciptakan jurus-jurus gerak badan jauh sebelum Indonesia merdeka, Hal ini dituuturkan oleh mendiang ibu Sukaesih (istri abah Andadinata). Baru disekitar pada dekade tahun 1930an abah anda mau melatih Olah raga yang sangat khas ini kepada orang. Latihan olah raga bersifat privat tidak dilakukan secara massal. Baru dikemudian hari yakni pada tahun 1948 secara resmi jurus-jurus olah raga (sport sebutan masa itu) didaftarkan ke Departemen Pindidikan & kebudayaan dengan nama PPS Margaluyu-Pusat. Adapun domisilinya adalah Desa Cikuya kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung.

SEJARAH
Meskipun S.Andadinata sudah mulai melatih sejak tahun 1922, namun nama Margaluyu baru dikenal disekitartahun 1930. Mula – mula diusulkan nama Marga Rahayu, yang berarti jalan keselamatan , tetapi akhirnya yang disetujui adalah nama Margaluyu yakni jalan keserasian, keseimbangan dan kesesuaian antara ilmu dunia dan akhirat. Juga keserasian antara Nur yang ada dalam diri kita dengan kedekatan kepada kehendak Tuhan Yang Maha Esa, sehingga kita bisa melihat dengan mata hati keagungan Allah melalui ciptaan NYA dijagad raya ini.
Mengungkap latar belakang berdirinya Margaluyu tidak akan lepas dari pendirinya, yaitu S.Andadinata yang dilahirkan didesa Ranca Bayawak, Majalaya, kabupaten Bandung. Ia adalah keturunan menak Sumedang. Tubuhnya tinggi, kulitnya kuning dan berkharisma, sabar dan rendah hati.

Sejak usia sangat muda, ia berkelana mencari ilmu ke berbagai daerah di Jawa Barat. Yang ditekuninya adalah agama dan pencak silat, dua ilmu yang seringkali seiring dipelajari. Satu sisi untuk suatu keimanan dan ketakwaan, dan disisi lain untuk latihan jasmaniah dan keamanan, keselamatan dan kesehatan manusia yang tidak dielakkan dari setiap kebutuhan manusia.
Sambil mencari nafkah dengan berdagang keliling, Anda sering berada agak lama disuatu daerah. Disitulah ia menimba ilmu dari seseorang. Ilmu yang dipelajari akhirnya sangat beragam. Darikelompok ilmu lahiriah ia mempelajari pencak silat, ilmu – ilmu kekuatan yang didaerah tertentu disebut Kadugalan, seperti tahan api,tahan pukulan, dan kekebalan. Disamping itu , ia mempelajari ilmu- ilmu rohaniah yang sarat dengan rahasia – rahasia dalam mempelajarinya. Ia juga menguasai cara menulis indah huruf – huruf arab dan fasih membaca Al-Quran.

PEDOMAN GERAK BADAN MARGALUYU
Sarigig kudu djeung harti, sarengkak reudjeung pikiran memeh prak sing ati–ati , mun sidik goreng singkiran
1. Jangan bercerita kepada orang lain sebelum kita cukup mengerti dan merasakan sendiri
2. Jangan meninggalkan pekerjaan yang wajib.
3. Jangan menghinakan perkataan kita sendiri
4. Memaafkan kesalahan orang lain
5. Kendalikan nafsu
6. Jangan putus asa, bersikap ridhlo, pasrah, sabar dan tawakal saat menghadapi musibah
7. Jangan melanggar peraturan negara.
8. Jangan sombong dan takabur
9. Jangan menganggap orang lain lebih rendah dari kita.
10. Jangan menghina dan merendahkan guru, ratu, ibu, ayah dan sesama manusia

Ilmu Yang Dipelajari di Margaluyu
S. Andadinata berusaha mempersatukan berbagai ilmu yang dipelajarinya di Margaluyu. Jika dikelompokkan, ilmu yang dipelajari di Margaluyu dapat dibedakan menhadi 3(tiga),yaitu :
Kelompok I : Pencak Silat
Kelompok II : Tenaga Dalam
Kelompok III : Pengolahan Bathiniah (Penelaahan Aura, cakra mahkota dan tubuh astral)

pengolahan ketajaman dengan do'a tertentu Untuk kelompok pencak silat, siapapun boleh mempelajarinya, tanpa batas umur dan waktu belajar. Yang dibedakan adalah tahapan materi dan metode penyampaian untuk kelompok anak, remaja dan dewasa.

Dari gerakan pencak silat tersebut ada sebagian yang berfungsi sebagai energi tenaga dalam yang sudah lama hidup dan menyatu dengan rakyat pasundan. Ada lima jurus kemudian berkembang menjadi sepuluh jurus. Jurus – jurus tenaga dalam memiliki berbagai fungsi, baik untuk serangan langsung sesuai jurus pencak silat, fungsi pengobatan maupun fungsi visualisasi yang sangat luas, serta dengan berbagai tujuan.

Untuk mempelajari ilmu tenaga dalam, orang hartus saleh,sabar,takwa, dan tawakal, sehingga tenaga dalam dilakukan dengan sangat hati –hati , penuh pertimbangan , tidak sewenang- wenang , takabur, dan emosional karena tidak semua siswa tenaga dalam akan berhasil. Mereka yang berhasilpun sangat bergantung dari :
1. Ketekunan
2. Keuletan
3. Kesabaran
4. Tingkat hubungan dengan yang Maha Kuasa
5. Usaha yang kuat tapi tetap rileks
6. Kemampuan berlatih secara rutin
7. Kepasrahan diri
8. Meningkatkan wawasan, karena banyak ilmu yang bisa mengantarkan kita pada

kesadaran bahwa tenaga dalam adalah bagian dari ilmu pengetahuan yang dipelajari secara khusus.
Tenaga dalam Margaluyu diambil dari pencak silat klasik dengan ciri – ciri sebagai berikut :
1. Gerakan cukup sederhana dan merupakan desain lurus.
2.Gerakan dilakukan sesuai kebutuhan berbagai fungsi.

jurus – jurusnya masih menggunakan istilah gerak pencak silat Jawa Barat seperti : Giles, Potong, liwat, colok, piceun, jeblag, teundeut, usap. Setelah tujuh puluh tahun diajarkan di Margaluyu, istilah – istilah ini tidak berubah, karena tetap sama dengan bentuk jurus yang dilakukan.

Pelatihan Tenaga Dalam Margaluyu
Tenaga dalam sebenarnya dimiliki oleh setiap manusia dan diberikan Tuhan sebagai milik yang amat berharga. Setiap saat manusia bergerak dengan energinya sendiri. Sekalipun dalam keadaan tidur yang amat lelap, masih ada motor kehidupan manusia yang tetap bergerak yang menyatakan manusia itu masih hidup. Jantung dan napas yang keluar dari paru – paru menjadi tulang punggung dan ciri kehidupan. Napas inilah yang menjadi titik sentral dalam pelatihan – pelatihan pemula tenaga dalam. Bahkan bukan hanya tenaga dalam yang dimotivasi dengan gerakan – gerakan tertentu. Hampir seluruh dunia metafisika menghendaki adanya peningkatan energi dalam tubuh manusia untuk menggerakkan seluruh energi untuk kepentingan tertentu.

Manusia sunda lama menyerap energi ini. Bahkan raja – raja sunda pada sekitar awal abad maseahi telah menyadarinya sebagai bagian yang harus diasah dan dipertajam dalam kehidupan mereka. S.Andadinata merupakan salah seorang yang diberikan kekuatan Allah untuk menyebarkan tenaga dalam, disamping pencak silat dan ilmu – ilmu metafisik lainnya.

Margaluyu didirikan oleh empat orang, yakni S.Andadinata sebagai pimpinan dan tiga anggota muridnya , yakni Andi Rohendi,Uwen dan Andi Suhandi. Yang paling sering bersama – sama dengan S.Andadinata mengadakan pelatihan atau pertandingan pencak silat ke berbagai tempat adalah Andi Rohendi.

Pada saat Margaluyu didirikan para muridnya lebih banyak terdiri dari pedagang dan petani. Tempat pelatihannya beralaskan tanah. Baik di Bandung (cicalengka dan lain-lainnya),Cianjur,Bogor,Jakarta, dan tempat – tempat lain,alas tanah sudah terbiasa digunakan, bisa didalam rumah maupun dikebun atau lapangan. Lamanya latihan bisa satu hingga satu setengah jam atau bahkan hingga tiga jam apabila ada tujuan tertentu yang sangat mendesak, karena berlatih tenaga dalam di Margaluyu cukup menguras tenaga.

Sistimatika latihan Gerak Badan Margaluyu tidak pernah secara masal dengan pertimbangan :
1. Keberhasilan akan dicapai apabila perbandingan jumlah murid dan guru cukup memadai.
2. Terlalu banyak siswa akan sukar dikontrol kemajuannya.
3. Penanganan kemajuan siswa bisa dilakukan secara individual.
4. Pelatihan dilakukan lebih banyak dimalam hari yang memerlukan kejelian pelatih yang lebih tinggi.
5. Pelatihan kepekaan jurus tenaga dalam Margaluyu memerlukan ruang gerak yang cukup luas.
6. Hubungan guru dan siswa cukup dekat.
7. Pelajaran yang diberikan bisa diserap lebih baik.
8. Keberhasilan pelatihan bisa lebih dipertanggungjawabkan.
9. Pada jaman sebelum kemerdekaan pelatihan tenaga dalam tidak mungkin dilakukan secara massal dan terbuka.
10. Tidak ada unsur komersial dalam pelatihan tenaga dalam Margaluyu pada masa-masa kehidupan S.Andadinata. Setiap pelatihan selalu diberikan tanpa dipungut bayaran.

Pelatihan tenaga dalam dimulai dengan sikap kuda – kuda atau bisa disebut sikap pasang pada kaki. Sikap pasang ini harus dilakukan dengan benar karena akan sangat menentukan keseimbangan tubuh dan ketepatan gerak yang dilakukan, kebenaran langkah serta mencakup keindahan sikap,panceg serta pageuh-nya jurus seseorang.

Seorang siswa harus melakukan gerakan peralihan kaki dengan gesekan pada bumi. Dengan demikian telapak kaki tidak terangkat seperti kebiasaan berjalan. Setelah menguasai cara pergeseran dan gerakan kaki serta tetap dalam sikap yang baik barulah diberikan petunjuk untuk gerakan lengan dan tangan ang dipadukan dan disesuaikan dengan gerakan kaki.

Gerakan kaki didahulukan karena hampir seluruh gerakan dilakukan secara bersamaan,walaupun dengan arah yang berbeda. Biasanya jurus diberikan berurutan dari satu hingga sepuluh. Setelah kesepuluh jurus diberikan ada evaluasi untuk melihat kemampuan,keterampilan,kesungguhan,ketekunan,dan penguasaan gerak jurus yang dilakukan. Sesudah itu baru diharkatan atau semacam kenaikan tingkat dengan penyetaraan energi yang dilakukan oleh pelatih/guru yang telah meminta izin dari S.Andadinata untuk ngaharkatan,atau seringkali ngaharkatan ini dilakukan sendiri oleh S.Andadinata. Adalah idaman setiap siswa Margaluyu untuk diharkatan oleh S.Andadinata yang memiliki ilmu amat mumpuni dan menjadi guru besar di Margaluyu Pusat saat itu.

Disarikan oleh : R. Wijaya
Untuk Silatindonesia.com

Ilmu Silat Margaluyu ; by R.Wijaya
Di Margaluyu ada beberapa jenis silat yang diajarkan ke murid2, totalnya aada 9 set ilmu silat. Karena silat ini sifatnya optional (pilihan) di Margaluyu, karena itu tidak semua murid menguasainya. Sekalipun ada yang menguasai biasanya hanya 1 atau 2 set.

Ilmu2 silat ini adalah;

1. Palaredan
2. Seulah Erih
3. Letter O
4. Depok 2
5. Tepak 3 (Kuntaw)
6. Tepak 3 (Silat)
7. Jurus 5
8. Jurus 8
9. Peksi Meuih


Kalau bicara aplikasinya silahkan giliran Ki Sawung yang bicara, soalnya beliau pernah lansung usikan dengan Pa Idit.
Di Margaluyu ada juga ilmu-ilmu aplikasi tenada dalam dan kebatinan. Jumlahnya ada banyak sekali tapi ada beberapa yang menjadi ilmu pokok, yang sekiranya bisa menjadi standar warga Margaluyu.

Sebenarnya Abaha Adinanta di akhir hayatnya meninggal 5 kitab bagi murid-muridnya. Dalam kitab tersebut tersimpan rahasia ilmu abah Adinanta yang lain-lain. Sayangnya sekarang kitab tersebut hanya tersisa 2 buah, dan beruntung sekali Ki Sawung pernah melihat isi salah satu kitab tesebut. Mangga Ki silahkan dijelaskan makna kitab yang yang pernah dilihat!!!

Ilmu aplikasi lainnya akan saya sebutkan disini;

1. Peupuh Bayu; digunakan untuk membuat musuh lumpuh, bisa juga digunakan sebagai ilmu sirep (dgn cara terttentu), bisa juga digunakan untuk menutup ilmu lawan untuk sementara, bisa juga digunakan untuk mengusir mahluk halus secara halus.
2. Mahadullah/Seratbadullah; ilmu ini termasuk golongan berbahaya dan tak sembarangan diajarkan digunakan untuk menghajar musuh secara keras, mengusir mahluk halus dengan cara keras, menghalau santet dan mengirim balik, mematikan rejeki orang (sial seumur hidup), menghancurkan ilmu org lain (buang susuk atau ilmu ghaib), mengusir khadam. Ki sawung juga perna mersakan getar ilmu ini di Pa BEPS. Silahkan tanya beliau untuk pengalamannya.
3. Sandi Kunti; mengahajar jin dan mahluk halus lain, membunuh orang, dgn ritual tertentu bisa untuk santet.
4. Serunuk putih; untuk pengasihan dunia, bebrapa warga kaskus pernah mencoba dan telp saya atas keberhasilan pembuktiannya
5. Salib; kalau yang ini biar Ki sawung yang cerita, soalnya beliau juga menguasai ilmu ini. Cua itu sumpahnya berat yah Ki???
6. Petak Bagen Syaidina Ali; kekuatannya asam dengan granat Jepang atau 30 org dewasa, bergunan untuk pertarungan fisik saat dikeroyok orang.
7. Braja Sukma; Kategaran hati dan ....

Banyak lagi ilmu lainnya yang mungkin nanti bisa dilanjutkan oleh Ki Sawung. Sama seperti silatnya, hanya beberapa orang murid saja yang bisa menguasai 1 atau 2 amalan, aplagi untuk menguasasi semuanya sungguh rasanya hampir tidak mungkin.
ikut melengkapi atas tulisan dari bro pendekar_muda tentang ilmu aplikasi

sebenarnya begini..
dahulu ketika aku masih malang melintang berkelana dalam rangka mempelajari
aliran-aliran 10 jurus, yang belakangan kuketahui ialah berasal dari Margaluyu

aku diberitahu bahwa..

ada beberapa level dalam keilmuan tersebut..
ialah level pertama... dimana seluruh gerakan masih dilakukan posisi berdiri
atau kata lainnya ialah Jurus berdiri ( silat)

nah level keduanya ialah juga masih berdiri namun menggunakan TD

sedangkan pada level tersebut seperti yang diuraikan sdr pendekar_muda
pada postingan sebelumnya ialah terdapat kurang lebih enam tingkatan
dimana dahulu... aku menerimanya sebagai tingkatan berikut:

1. Kasaran
2. Halusan
3. Tikahan
4. Mahdi
5. Syahbandar
6. Payung rasul

itulah level dimana kita masih pada posisi "berdiri" sedangkan level selanjutnya yang katanya "rahasia" ialah dilakukan dalam keadaan "duduk manis" dan untuk mencapai level duduk manis... hehehehe... tingkat Guru besar bow`
nah .. maklumlah aku yang punya bekal sedikit yakni dengan "ilmu pengasihan tarik simpati"
yah... berhasillah walau sedikit aku dapat info-infonya antara lain.. level selanjutnya ialah

- Pelebur
- Puting beliung
- Lingkar penyesat ( jalasutera)
- Mas Cungkub
- dll

nah selanjutnya dibocorkan lagi, bahwa diatas itu masih ada lagi yakni level yang tertinggi... dan masih disimpan dalam 5 buah kitab yang merupakan "karya" dari pemahaman "Abah Andadinata" (disinilah nyambung dengan kenyataan 2 buah Kitab yg masih ada satu sudah musnah, sedangkan dua kitab lagi masih misterius).
ini saya melengkapi dari apa2 yang sudah dituliskan diatas

Jurus-Jurus sangat rahasia dari Margaluyu

1. kimpoian Jurus / Tikahan , dalam makna aplikasi keseharian

2. Payung Rasul, dalam makna simbol Rajahan dan makna Makrifatan
( disebut juga sebagai Lingkar Penyesat atau Jalasutera)

3. Pelebur, aselinya ialah "Mahadullah" dalam keilmuan Margaluyu
(ini juga berhubungan dengan pemahaman "Sastro Jendro Hayuningrat" )

4. Puting Beliung, dalam bahasa Margaluyu ialah Peupeuh Bayu

5. Sekonan ( meditasi fokus energi dalam 3 tahap )
ini yg jika berhasil bisa menghasilkan TELEKINESIS

6. Tolak Bala

7. Jurus Kamar Pangirut Dunya ( Mas Cungkub)

Payung ada dua jenis Payung Penuh dan Payung Sebelah. Diajarkan biasanya Payung penuh dulu baru kemudian diajarkan Payung Sebelah karena Payung Sebelah itu lebih gampang.

Di kemudian hari Payung Sebelah ini yang jauh lebih dikenal orang dan nama lainnya adalah Jala Sutera.

Ciri2 Payung Sebelah dan Payung Penuh

1. Payung Sebelah dimulai dengan jurus 10 dan Payung Penuh dari Jurus 1.
2. Jumlah jurus lebih banyak Payung Tutup.
3. Diagram Payung Sebelah adalah diagram Jala Sutera dan Payung Penuh adalah diagram...
4. Putaran Payung Sebelah dari kanan ke kiri, sedangkan Payung tutup dari kiri ke kanan.

Sejarah Abah Andadinata
Pendiri Gerak Badan Pencak Margaluyu Pusat
Andadinata yang memiliki darah menak Sumedang dan lebih suka menjalani kehidupan pribadinya secara mandiri tanpa tergantung pada orang lain.
Andadinata dilahirkan dIi didesa Rancabayawak yang berada di wilayah Majalaya sekitar 30KM tenggara kota Bandung, pada tahun sekitar 1893. Tidak diketahui tepat tanggal dan bulan kelahirnya.
Semasa hidupnya, sebagian besar dilalui melalui petualangan ke seluruh antero Jawa Barat utamanya wilayah Parahiangan. Sebagai petualang sudah barang tentu harus membekali diri dengan kemampuan beladiri yang mumpuni agar dapat survive.

Keahlian ilmu ilmu hikmah dari para ulama, utamanya yaitu dari mama ajengan Syeh Haji Abdul Kahpi seorang ulama di wilayah Petaruman Tarogong Garut. Ilmu Hikmah yang didapat diantara lain adalah ilmu Haqmaliyah. Sampai saat ini ilmu Haqmaliyah masih eksis dilaksanakan oleh anak keturunanya.
Ilmu pencak silat pertama yang dikuasai oleh abah Andadinata adalah Silat jurus Peksi Muih sebagai warisan dari keluarganya. Yang kelak dikemudian hari inti dari tata gerak jurus peksi muih menjadi jurus Payung Rasul. Sampai saat ini jurus silat Peksi Muih masih eksis dan boleh dipelajari oleh warga penghayat Gerak Badan Pencak Margaluyu Pusat. Semua senior Margaluyu Pusat dipastikan tahu jurus silat peksi muih. Penyederhanaan tata gerak jurus silat peksi muih dengan melakukan kompilasi inti tata geraknya dipadukan dengan ilmu hikmah yang ber lafads Allah Muhammad Adam Rasul, Berkah Allah Sahabat Rasul, maka terciptalah jurus Payung Rasul.

Pada masa itu ilmu pencak silat yang jurus-jurusnya bermuatan / menyatu dengan ilmu hikmah masih belum banyak di kenal masyarakat.
Untuk meyakinkan bahwa jurus Payung Rasul benar benar ampuh. Maka disetiap ada tabeuh gendang pencak, abah Andadinata selalu tampil untuk kaul meramaikan perhelatan hajat dengan seizin tuan rumah yang melaksanakan hajat. Seringkali jurus peksi muih atau jurus payung rasul terlihat aneh dimata pemirsa sehingga menimbulkan rasa penasaran pemirsa untuk sambung rasa dengan abah Andadinata. Dalam kenyataanya setiap terjadi sambung rasa, rata rata mereka dapat dijatuhkan dalam satu gerakan,

Ilmu hikmah lainya didapat oleh abah Andadinata awalnya bermula dari seringnya beliau hadir dalam pengajian ta’lim di tempat Ajengan Asep Samsuddin di kasepuhan Cirebon. Sewaktu abah Andadinata berpetualang di wilayah kota Cirebon sebagai pedagang telur. Layaknya seorang pedagang selalu mencari tempat yang ramai. Satu diantaranya adalah jika disuatu tempat dilaksanakan hajatan atau majelis ta’lim.
Ketertarikan Ajengan Asep Samsudin terhadap sosok Andadinata, karena setiap ta’lim dilaksanakan beliau selalu hadir dan membiarkan lang daganganya tidak di tunggu. Dan ketika ta’lim selesai dagangan abah Andadinata selalu laris dibeli oleh peserta majelis ta’lim.
Sebagai ulama dan ajengan, Mama ajengan Asep Samsudin sudah melihat bahwa pedagang telur ini memiliki kharomah yang spesifik. Dan akhirnya abah Andadinata diangkat sebagai murid untuk melestarikan ilmu ilmu hikmah ajengan Asep Samsudin.

Perkembangan pencak silat semakin berkembang, meski pencak silat masih terbatas diajarkan kepada keluarga ningrat dan kalangan ulama. Maka atas saran mama Ajengan Asep Samsudin, Andadinata untuk melanjutkan pembelajaran melengkapi ilmu pencak silat di ke wilayah Parahiangan barat tepat nya di wilayah Kadipaten Cianjur. Berbekal referensi dari mama ajengan Asep Samsudin, abah Andainata datang ke Padepokan silat juragan Rd Haji Ibrahim. Yang dikenal sebagai pendiri dan pencetus Maenpo Cikalong.
Tidak jelas apakah abah Andadinata dilatih langsung oleh juragan Rd Haji Ibrahim yang pada tahun 1900an sudah sepuh, atau dilatih oleh seseorang pelatih yang di tugaskan. Yang jelas dari 10 jurus halusan Margaluyu Pusat sangat kental dengan pengaruh maenpo Cikalong. yang berbasis pada silat Madi, Kari dan silat asli Cianjur.
Tokoh Maenpo Cikalong yang usianya relatip lebih muda dari juragan Rd Haji Ibrahim adalah juragan Rd Haji Abullah yang mewarisi ilmu pencak silat Sabandar. Sedangkan Silat Sabandar berasal dari Moh Kosim yang konon berasal dari Pagaruyung Minangkabau Sumatera Barat.
Dari juragan Rd Haji Abdullah, abah Andadinata mewarisi ilmu pencak silat Sabandar yang tata geraknya sangat halus dan lembut.

Pengaruh silat Bugis dan Madura dalam keilmuan Margaluyu didapat sewaktu abah Andadinata berpetualang dipesisir pantai utara Cirebon, dimana para keturunan prajurit Bugis dan Madura yang bergabung dengan Dipati Anom (Amangkurat Amral) yang menyingkir ke Cirebon untuk meminta suaka dari Sultan Cirebon ketika, Dipati Anom berseteru dengan ayahnya sendiri Raja Mataram sinuwun ndalem Gusti Amangkurat I

Kompilasi tata gerak Madi, Kari, Sabandar dan Khaer inilah yang dikemudian hari menjadi 10 jurus wajib Gerak Badan Pencak Margaluyu Pusat ditambah ilmu Hikmah yang diharkatkan setelah selesai berlatih.

Mengingat tata gerak 10 jurus Margaluyu Pusat boleh dikatakan sangat sederhana, jurus-jurus tersebut tidak bisa diperagakan dipanggung sewaktu ada tabeuh gendang pencak. Oleh karena itu atas saran para kerabat bahwa jurus Margaluyu Pusat harus dilengkapi dengan jurus silat murni yang benar benar merupakan maenpo. Dengan demikian Margaluyu Pusat dilengkapi dengan Maenpo Selah Eurih, Paleredan warisan dari juragan Rd Haji Soma.
Oleh karena itu dalam setiap proses harkatan, ketiga tokoh Rd Haji Ibrahim, Rd Haji Abdullah dan Rd Haji Soma yang kesemuanya adalah kerabat Cikalong Cianjur selalu disebut untuk dimohon keikhlasanya serta mohon kepada Allah SWT agar manfaat ilmu warisanya menjadi amal ibadahnya.

Keilmuan Margaluyu, boleh dikatakan lengkap, karena berintikan ilmu hikmah Sunda wiwitan yang ditulis tangan oleh abah Andadinata dalam aksara Sunda Wiwitan yang serupa dengan tulisan pada relief prasasti2 di pulau Jawa, serta aksara Hanacaraka. Secara otentik buku ini masih ada dalam bentuk aseli dan telah diperbanyak melalui scanning komputer untuk dipegang oleh semua pelatih yang sudah mendapat mandat untuk melakukan Harkatan.

Pengaruh silat Cina (Khun Tao) dan Mande dalam keilmuan Gerak Badan Pencak Margaluyu Pusat diperoleh abah Andadinata sewaktu beliau berpetualang di Cirebon. Dimana silat Cina, Mande masuk dibawa mbah Khaer.
Adapun pengaruh silat Minang diperoleh dari Mama Sabandar (Moh Kosim). Sedangkan pengaruh silat Betawi pada keilmuan Margaluyu Pusat karena hasil berguru Maenpo di Cikalong. Dimana Abang Madi dan Abang Kari adalah guru dari juragan Rd Haji Ibrahim.
Hal tersebut dikuatkan tokoh Mbah Madi, Mbah Kari dan mbah Sabandar dan mbah Khaer selalu disebut dalam setiap proses Harkatan sebagai ucapan terma kasih atas manfaat ilmunya dan memohon agar amal ilmu yang diwariskan dari beliau ini mendapat imbalan yang tinggi dari Allah SWT.

Kelengkapan keilmuan Gerak Badan Pencak Margaluyu Pusat secara sempurna dikuasai oleh abah Andadinata ketika umur beliau mencapai sekitar 35 tahun. Tetapi profesi sebagai pedagang telur keliling tak pernah dilepaskan. Dan kebiasaan naik panggung ketika ada perhelatan tabeuh gendang pencak untuk kaul kepada yang punya hajat selalu dilakukan sebagai promosi makanan sehat yakni telur yang diperdagangkan.
Karena seringnya terjadi sambung rasa, dan dalam setiap sambung rasa abah Andadinata selalu unggul, maka beliau menjadi terkenal sebagai juara kaul yang disegani.

Ketenaran abah Andadinata sebagai juara kaul yang tidak punya perguruan, sempat terdengar oleh seorang guru perguruan silat yang terkenal di kota Bandung yaitu mang Suwandi yang bertempat tinggal di Gang Singsong tepatnya disekitar station KA Bandung. Tidaklah sulit mencari sosok Andadinata bagi mang Suwandi.
Pertemuan antara mang Suwandi dengan Abah Andadinata untuk sambung rasa merupakan peristiwa penting sebagai tonggak sejarah berdirinya Gerak Badan Pencak Margaluyu Pusat.
Baru pertama kali abah Andadinata bersambung rasa dengan tokoh silat yang berlevel guru. Bagi mang Suwandi juga baru pertama kali bertemu pendekar tanpa paguron yang selalu bisa mengunci geraknya dengan halus tanpa melukai apalagi mencederai. Sebagai ksatria Pendekar, Mang Suwandi menyatakan bahwa keilmuan Margaluyu Pusat adalah ilmu silat yang lengkap ditambah ilmu hikmah yang benar2 murni tanpa menggunakan tenaga khodam. Dan beliau memohon kepada abah Andadinata untuk sudi menerima dirinya sebagai murid.
Permohonan mang Suwandi ditolak oleh Andadinata, tetapi menerimanya sebagai sahabat latih. Maka mulai saat itu, dinyatakan bahwa dalam pakem keilmuan Margaluyu tidak dikenal istilah guru, apalagi gelar guru besar. Yang dikenal adalah sahabat (ikhwan / ahwat) yang sedang berlatih.
Sumbangan yang terbesar dari Mang Suwandi dalam keilmuan Margaluyu Pusat adalah jurus kasaran yang lebih dikenal dengan jurus 14 dan jurus-jurus peupeuhan. Dengan demikian semakin lengkaplah jurus jurus Kelimuan Margaluyu Pusat yang merupakan jurus jurus yang memiliki kharomah.
Dengan masuknya mang Suwandi ke dalam Margaluyu Pusat, kemudian beliau membawa sahabat-sahabatnya untuk berlatih diantaranya adalah Mang Uwen serta pak Adiwikarta (Mang Ulis) dan Andi Rohandi. Maka disepakati yang semula keilmuan Margaluyu belum memiliki nama paguron maka dengan bergabungnya para senior diatas, secara resmi diberi nama Margaluyu Pusat.
Marga adalah jalan, Luyu = Saluyu atau lancar, Pusat berarti selalu ditengah. Jadi secara harfiah Margaluyu Pusat diartikan sebagai Selalu berjalan ditengah agar selalu lancar.

Meski jurus-jurus Gerak Badan Pencak Margaluyu Pusat berbasis pada gerak pencak silat. Tetapi sesungguhnya adalah ilmu beladiri pernapasan, yang berkharomah tenaga dalam. Yang mana seni beladiri pernapasan saat itu pada akhir decade 1930an belum banyak dikenal oleh masyarakat. Sehingga sulit di perkenalkan atau disosialisasikan. Baru pada tahun 1948 didaftarkan pada Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Bandung sebagai Persatuan Pencak Silat Margaluyu Pusat.

Nama-nama jurus halusan 1 – 10

Jurus 1 Jurus Pangeran Pengampun Cianjur
Jurus 2 Jurus teunded Pangeran Kuwarasa
Jurus 3 Jurus dua jeblag Dewi Wungkus Intisari
Jurus 4 Jurus dua teunded Pangeran Ari Sitalitali
Jurus 5 Jurus empat potong Pangeran Panglejar Putih
Jurus 6 Jurus potong susuhunan Mangkurat
Jurus 7 Jurus giles Pangeran Paralautan Mayaji
Jurus 8 Jurus colok Pangeran Awal Akhir
Jurus 9 Jurus liwat pangeran embah sunan Kalijaga
Jurus 10 Jurus jujur wujudullah Syaeun lillahi lana walahum

Sampai akhir hayatnya Abah Andadinata bermukim Jl. Ir H. Juanda no. 56 desa Cikuya kecamatan Cicalengka. Beliau wafat pada petang hari tanggal 29 Januari 1969 pada usia 76 tahun dan di makamkan ditempat yang sama pada tanggal 30 Januari 1969 di desa Cikuya, Cicalengka
By. BEPS

"Tulisan ini saya (kisawung)  buat untuk Forum Supranatural kaskus.us
dan disempurnakan oleh Yth.Bpk Bambang Sarkoro dan Mas Rama Wijaya"







17 CommentsChronological   Reverse   Threaded
silatsilat wrote on Jan 17, '08
lengkap...kap..kap.....
princeofbatavia wrote on Feb 20, '08
bagus banget, ki...
ilfat wrote on Apr 2, '08
Wah tulisan ini banyak membuka wawasan orang banyak khususnya pengemar ataupun pelaku silat di sini. 万歳 (banzai...artinya Ki)
Comment deleted at the request of the author.
asepmlsmg wrote on Nov 26, '08
salam kenal dari Margaluyu Pusat Semarang
nicholasvy wrote on Dec 31, '08
Ki Sawung top abizz... paling nggak ane cukup lega ternyata dah banyak generasi muda yg mewarisi bakat2 para pendekar lama hingga ilmu-ilmu sejati ini ga akan punah dan tinggal misteri.
negarayu wrote on Nov 4, '09
alhamdulillah, dapat pengetahuan yang banyak.
Ki, omong2 yg pernah belajar di albarokah (Bang Hanafi?) siapa ya? krn saya juga alumni albarokah. kangen banget nih sesama tmn2 albarokah. Syukur2 bisa buat ngelanjutin karena sy baru smp di tikahan 3
terimaksih tanggapannya. Wassalam. Aji
kurniadicurup wrote on Jan 28, '10
Kurniadi, bekasi 29 jan 2010
Ki Sawung top abizz, salam kenal, ki saya pernah belajar pernapasan aliran pak dan, sampei tikahan tiga, saya sampai skrng masih berlatih dengan tekun. dimana saya bisa kenal dgn teman2 yang sealiran. pengen nya saya bisa melanjutkan, ke jenjang yang lebih ke atas. jawabanya saya sangant harapka ki. terima kasih
bahau14 wrote on Mar 26, '10
saya dari malaysia,tolong bagi saya email bapak...agak sulit bicara di sini...
bahau14 wrote on Mar 26, '10
email sy di alamat ini ya....panji_islam14@yahoo.com
bahau14 wrote on Mar 26, '10
saya pengamal ilmu ini dari m'sia----SPP---
farhan1000 wrote on Apr 16, '10
as salamualaikum...salam kenal ki sawung, saya adalah anggota perguruan hajarul musta'inullah, apakah ki sawung punya informasi tentang asal usul perguruan saya ini? berhubung sangat sedikit informasi yang saya punya tentang sejarah dan pendirinya. konon hajarul musta'inullah didirikan oleh seseorang bernama sidik (dari aceh) tapi tidak begitu jelas siapa sebenarnya beliau. nama-nama jurus dalam perguruan kami mirip sekali dengan yang tertera di atas. mohon bantuaqnnya kalau ki sawung mengetahui informasi tentang perguruan kami terimakasih wasalam
farhan1000 wrote on Apr 16, '10
mohon kirim jawabannya ke email saya ki : hasanfarhan27@yahoo.co.id
andi151 wrote on May 4, '10
Tenaga dalam itu seperti apa ya? apa rasanya seperti buah semangka.....??????
ario13 wrote on Mar 6, '11
assalamualaikum.. salam knal ki,, saya dsni jg sbagai anggota senior margaluyu 151, dngan adanya informasi ini membuat saya mndapatkan mnfaat dan penjelasan yg baru.., saya akhirnya bsa tau bgaimana sejarah abah andahdinanta.. trimakasih.. :)
leonbandithz wrote on Sep 24, '11
wetz
ml151indonesia wrote on Feb 25
mas klau bsa mas cba masuk yang ml 151 indonesia
Add a Comment